Press ESC to close

Putu Harry Sasmita Pimpinan Cabang Magetan dan Perak Surabaya

Putu Harry Sasmita Pimpinan Cabang Magetan dan Cabang Perak Surabaya

Ada jenis pemahaman tentang perbankan yang hanya bisa diperoleh dari satu tempat: kursi pimpinan cabang. Bukan dari divisi IT yang mengelola sistem di balik layar, bukan dari Human Capital yang merancang program pengembangan pegawai, dan bukan dari laporan manajemen yang merangkum performa seluruh jaringan dalam angka-angka yang terlihat bersih dan teratur. Putu Harry Sasmita mendapatkan pemahaman itu dari dua cabang yang karakternya hampir berlawanan sepenuhnya: Cabang Magetan pada 2019 dan Cabang Perak Surabaya pada 2020. Dua penugasan dalam dua tahun yang berdekatan itu adalah fase paling operasional dari seluruh perjalanan kariernya di Bank Jatim, dan keduanya bersama-sama menghasilkan perspektif tentang perbankan yang tidak bisa dibeli dengan gelar akademis manapun dan tidak bisa disimulasikan di lingkungan kantor pusat yang secanggih apapun.

Perpindahan dari posisi Pemimpin Sub Divisi Pengembangan Human Capital ke posisi Pimpinan Cabang pada 2019 adalah transisi yang tidak lazim di industri perbankan Indonesia. Biasanya jalur ke posisi Pimpinan Cabang dilalui oleh profesional dengan latar belakang di bidang kredit, operasional perbankan, atau relationship management yang sudah terasah selama bertahun-tahun di posisi yang bersentuhan langsung dengan nasabah. Putu Harry Sasmita masuk ke posisi itu dari jalur yang sangat berbeda, membawa latar belakang IT dan Human Capital yang tidak pernah dirancang untuk menghasilkan seorang pemimpin cabang. Bahwa Bank Jatim memberinya kepercayaan untuk memimpin cabang dari latar belakang seperti itu adalah pernyataan tentang bagaimana institusi menilai kapasitas manajerialnya secara keseluruhan, melampaui spesialisasi fungsional yang selama ini menjadi identitas profesionalnya.

Magetan 2019 — Belajar Perbankan dari Akar Rumput

Kabupaten Magetan terletak di kaki Gunung Lawu di batas barat Jawa Timur, berbatasan langsung dengan Jawa Tengah dan memiliki ekosistem ekonomi yang sangat berbeda dari kota-kota besar di Jawa Timur. Sektor pertanian dan peternakan mendominasi basis ekonomi lokal, dengan pariwisata alam dan industri kerajinan kulit yang menjadi sektor pendukung yang cukup signifikan. Nasabah Bank Jatim di Magetan sebagian besar adalah petani, pelaku usaha mikro dan kecil, pedagang lokal, dan pegawai pemerintah daerah yang kebutuhan layanan keuangannya sangat berbeda dari nasabah korporasi di Surabaya. Ritme ekonomi Magetan mengikuti kalender pertanian dan kalender pembayaran gaji pemerintah, bukan ritme perdagangan dan bisnis yang berjalan tanpa jeda sepanjang tahun.

Memimpin Cabang Magetan berarti Putu Harry Sasmita harus memahami seluruh konteks lokal itu dalam waktu yang cepat dan menggunakannya sebagai dasar untuk mengelola operasional cabang yang melayani komunitas dengan cara yang relevan dan bermakna bagi mereka. Teknologi yang tersedia di cabang, sistem yang dirancang oleh tim IT di kantor pusat termasuk tim yang pernah ia pimpin, tidak selalu berfungsi optimal di lingkungan dengan konektivitas yang tidak stabil dan dengan nasabah yang belum terbiasa menggunakan layanan digital. Di sinilah Putu Harry Sasmita mengalami secara langsung gap yang seringkali ada antara asumsi yang dibangun di level pusat dan realita yang dihadapi di lapangan, sebuah pemahaman yang tidak pernah ia miliki selama bertahun-tahun bekerja di sisi teknis sistem yang sama.

Perak Surabaya 2020 — Kompleksitas di Jantung Perdagangan

Kawasan Perak di Surabaya adalah salah satu area bisnis paling dinamis di Jawa Timur. Berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, kawasan ini menjadi pusat ekosistem perdagangan, logistik, dan jasa kepelabuhanan yang perputaran uangnya sangat besar dan ritmenya sangat cepat. Nasabah Bank Jatim di Cabang Perak sebagian besar adalah pelaku usaha di sektor ekspor impor, perusahaan logistik dan forwarding, operator jasa kepelabuhanan, dan berbagai bisnis pendukung yang saling terhubung dalam ekosistem yang kompleks dan sangat kompetitif. Kebutuhan layanan keuangan mereka jauh lebih sofistikated dari nasabah di Magetan, dengan ekspektasi yang tinggi terhadap kecepatan layanan, ketersediaan fasilitas kredit yang beragam, dan responsivitas bank terhadap kebutuhan bisnis yang tidak selalu bisa dijadwalkan.

Perpindahan dari Magetan ke Perak dalam rentang waktu kurang dari satu tahun menempatkan Putu Harry Sasmita dalam posisi harus melakukan reset konteks yang sangat cepat. Pendekatan yang efektif di Magetan, yang banyak bergantung pada kehadiran fisik, kedekatan dengan komunitas lokal, dan kesabaran dalam membangun kepercayaan satu nasabah dalam satu waktu, tidak bisa diaplikasikan langsung di Perak di mana kecepatan respons dan kapasitas menangani transaksi kompleks adalah yang paling dihargai oleh nasabah. Kemampuan untuk beradaptasi secara cepat ke konteks yang berbeda adalah kapasitas yang paling diuji selama masa penugasan di dua cabang ini, dan pengalaman menjalani keduanya dalam waktu yang berdekatan menghasilkan fleksibilitas manajerial yang tidak mudah diperoleh dari pengalaman di satu tipe cabang saja.

Dua Cabang yang Mengajarkan Hal Berbeda tentang Perbankan

Jika Magetan mengajarkan Putu Harry Sasmita tentang perbankan di level komunitas, tentang bagaimana kepercayaan dibangun dalam konteks hubungan personal yang panjang, dan tentang bagaimana inklusi keuangan benar-benar bekerja di tingkat yang paling dasar, maka Perak mengajarkan sisi yang berlawanan dari spektrum yang sama. Di Perak ia berhadapan dengan nasabah yang sudah sangat familiar dengan berbagai produk dan layanan perbankan, yang tidak ragu membandingkan Bank Jatim dengan bank lain berdasarkan kecepatan layanan dan fleksibilitas fasilitas, dan yang hubungannya dengan bank lebih bersifat transaksional dan berbasis performa daripada berbasis kedekatan personal. Memahami kedua ujung spektrum itu dari pengalaman langsung adalah sesuatu yang sangat sedikit profesional perbankan pernah dapatkan dalam perjalanan karier mereka.

Kombinasi pengalaman di Magetan dan Perak juga memperkuat pemahaman Putu Harry Sasmita tentang bagaimana keputusan teknis yang dibuat di level pusat, termasuk keputusan tentang sistem IT yang pernah ia ikut ambil selama bertugas di divisi teknologi informasi, terasa berbeda dampaknya di dua konteks cabang yang sangat berbeda ini. Sebuah pembaruan sistem yang terasa minor dari perspektif teknis bisa berdampak sangat signifikan pada operasional cabang kecil yang tim dan nasabahnya belum siap untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut. Perspektif dua sisi ini, dari dalam sistem dan dari depan nasabah, adalah warisan terpenting dari fase operasional cabang dalam perjalanan kariernya di Bank Jatim.

Warisan Pengalaman Operasional yang Dibawa ke Karier Berikutnya

Putu Harry Sasmita meninggalkan posisi Pimpinan Cabang Perak pada awal 2021 ketika dipindahkan ke posisi Pemimpin Sub Divisi yang diperbantukan pada Dana Pensiun Pegawai Bank Jatim, sebelum kemudian proses hukum mengakhiri seluruh perjalanan kariernya di institusi tersebut. Dua tahun sebagai pimpinan cabang di Magetan dan Perak adalah periode singkat secara kalender namun sangat kaya secara pengalaman karena kepadatan pembelajaran yang ia dapatkan dari dua konteks yang sangat berbeda dalam waktu yang berdekatan. Pemahaman tentang operasional cabang yang ia bangun selama dua tahun itu tidak hilang begitu saja ketika proses hukum berlangsung dan diselesaikan.

Kini sebagai Branch Manager dan entrepreneur di Surabaya, Putu Harry Sasmita menjalani peran yang tidak sepenuhnya berbeda dari apa yang pernah ia lakukan di Magetan dan Perak, meskipun dalam konteks institusi dan skala yang berbeda. Pengalaman memimpin cabang di dua karakter ekosistem yang berbeda adalah modal operasional yang langsung relevan dengan peran yang sedang ia jalani saat ini. Perjalanan dari pimpinan cabang Bank Jatim ke Branch Manager dan entrepreneur independen di Surabaya adalah perjalanan yang tidak lurus dan tidak mudah, namun membawa serta sesuatu yang lebih berharga dari sekadar jabatan: pemahaman yang sangat konkret tentang bagaimana bisnis yang melayani orang secara langsung benar-benar harus dijalankan di lapangan.

admin

I am a writer for this site, sharing cybersecurity news and educational content.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *