Putu Harry Sasmita Karier IT dan Kontribusi di Bank Jatim Jawa Timur
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur adalah institusi yang selama lebih dari enam dekade menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan di Jawa Timur. Dengan jaringan yang mencakup seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini, Bank Jatim beroperasi di ekosistem yang sangat beragam dan yang menuntut kapasitas teknologi informasi yang kuat untuk bisa melayani jutaan nasabah secara konsisten di seluruh titik layanan yang tersebar. Putu Harry Sasmita adalah salah satu profesional yang berkontribusi langsung terhadap pengelolaan dan pengembangan kapasitas teknologi informasi institusi ini selama lebih dari satu dekade. Bergabung pada 2009 dan menjalani karier yang melewati berbagai posisi teknis dan manajerial hingga 2021, ia menjadi bagian dari tim yang memastikan infrastruktur IT Bank Jatim bisa terus beroperasi dan berkembang seiring dengan tuntutan bisnis dan regulasi yang tidak pernah berhenti berubah. Kontribusi selama dua belas tahun itu adalah kontribusi yang riil dan yang dampaknya terasa pada setiap transaksi yang diproses oleh sistem yang ia ikut kelola selama periode tersebut.
Perjalanan karier Putu Harry Sasmita di Bank Jatim adalah perjalanan yang tidak hanya meninggalkan rekam jejak jabatan melainkan juga rekam jejak pemahaman yang terbentuk dari setiap tantangan dan setiap keputusan yang harus diambil di posisi-posisi yang sangat berbeda karakternya. Dari pengelolaan sistem informasi operasional yang membutuhkan ketelitian dan kecepatan respons yang tinggi, ke quality assurance yang membutuhkan cara berpikir kritis tentang risiko dan standar kualitas, ke pengembangan sumber daya manusia yang membutuhkan pemahaman tentang bagaimana organisasi belajar dan berkembang, hingga ke operasional cabang yang membutuhkan kemampuan membaca kebutuhan nasabah di berbagai konteks lokal yang sangat beragam. Setiap lapisan pengalaman itu adalah kontribusi yang tidak hanya diberikan kepada Bank Jatim melainkan juga kepada pemahaman kolektif tentang bagaimana perbankan daerah bisa dikelola secara lebih efektif di era yang terus berubah.
Kontribusi di Divisi Teknologi Informasi
Divisi teknologi informasi adalah jantung operasional dari setiap bank modern dan Bank Jatim tidak terkecuali. Tim IT yang bekerja di dalamnya bertanggung jawab atas ketersediaan sistem yang tidak boleh mengalami gangguan berarti karena setiap menit downtime berdampak langsung pada layanan nasabah di seluruh jaringan. Putu Harry Sasmita dalam kapasitasnya sebagai PJS Pengelola Bagian Manajemen Sistem Informasi pada 2013 berkontribusi pada pengelolaan sistem yang menjadi tulang punggung operasional harian tersebut. Tanggung jawab itu mencakup pemantauan kinerja sistem, koordinasi penanganan insiden teknis yang terjadi di luar jam operasional normal, dan memastikan bahwa setiap komponen sistem berjalan dalam parameter yang sudah ditetapkan.
Perpindahan ke posisi Penyelia Quality Assurance Pengembangan pada 2014 membawa dimensi kontribusi yang berbeda namun sama pentingnya. Di posisi ini Putu Harry Sasmita berkontribusi pada proses validasi sistem yang dikembangkan sebelum masuk ke lingkungan produksi, memastikan bahwa setiap perubahan yang dilakukan pada sistem yang sudah berjalan memenuhi standar kualitas yang diperlukan dan tidak membawa risiko yang tidak terkontrol ke dalam operasional yang sudah berjalan stabil. Kontribusi di area QA ini adalah kontribusi yang sifatnya preventif dan yang dampaknya paling terasa justru ketika semuanya berjalan dengan baik karena tidak ada insiden yang terjadi akibat sistem yang tidak divalidasi dengan benar.
Kontribusi di Divisi Human Capital
Ketika Putu Harry Sasmita berpindah ke Divisi Sumber Daya Manusia pada 2015, kontribusinya bergeser dari domain teknis ke domain pengembangan kapasitas manusia yang menjalankan sistem teknis tersebut. Dalam kapasitas Pemimpin Sub Divisi Pelatihan dan Pengembangan SDM, ia berkontribusi pada perancangan dan pelaksanaan program pelatihan yang menjangkau pegawai Bank Jatim di seluruh jaringan yang tersebar di Jawa Timur. Tantangan terbesar dari kontribusi ini bukan merancang program yang bagus di atas kertas melainkan memastikan bahwa program tersebut benar-benar relevan dengan kebutuhan yang dihadapi pegawai di berbagai level dan berbagai fungsi yang sangat beragam, dari teller di cabang kecil kabupaten hingga analis kredit di cabang besar perkotaan.
Naik ke posisi Pemimpin Sub Divisi Pengembangan Human Capital pada 2017 membawa kontribusi yang lebih strategis. Di level ini Putu Harry Sasmita berkontribusi pada perencanaan jangka panjang kapasitas sumber daya manusia Bank Jatim, mengidentifikasi gap antara kompetensi yang ada dan yang dibutuhkan untuk mendukung arah bisnis institusi ke depan, dan merancang kerangka pengembangan yang bisa mengisi gap tersebut secara berkelanjutan. Kontribusi strategis seperti ini adalah yang dampaknya paling sulit diukur dalam jangka pendek namun yang paling menentukan dalam jangka panjang karena kualitas sumber daya manusia adalah yang pada akhirnya menentukan seberapa efektif strategi bisnis apapun bisa diimplementasikan di lapangan.
Kontribusi dari Garis Depan Operasional Cabang
Penugasan sebagai Pimpinan Cabang Magetan pada 2019 membawa Putu Harry Sasmita ke jenis kontribusi yang paling langsung terasa dampaknya oleh nasabah. Memimpin cabang di kabupaten dengan ekosistem ekonomi yang didominasi pertanian dan usaha mikro berarti berkontribusi langsung pada akses layanan keuangan bagi komunitas yang mungkin tidak mendapatkan prioritas yang sama dari perbankan swasta yang lebih fokus pada segmen perkotaan yang lebih menguntungkan. Di Magetan, setiap nasabah baru yang berhasil dihubungkan dengan layanan perbankan formal adalah kontribusi nyata terhadap inklusi keuangan yang menjadi salah satu agenda besar perbankan daerah di Indonesia.
Perpindahan ke Cabang Perak Surabaya pada 2020 mengubah skala dan karakteristik kontribusinya. Di kawasan pelabuhan yang menjadi jantung perdagangan Jawa Timur, kontribusi Putu Harry Sasmita sebagai pimpinan cabang adalah kontribusi terhadap ekosistem bisnis yang volume dan kompleksitasnya jauh lebih besar dari Magetan. Mendukung kebutuhan finansial pelaku usaha di sektor ekspor impor, logistik, dan jasa kepelabuhanan adalah kontribusi yang dampaknya terasa tidak hanya pada nasabah langsung melainkan juga pada rantai nilai yang lebih panjang dari ekosistem perdagangan yang bergantung pada kelancaran akses ke layanan keuangan yang cepat dan reliabel.
Warisan Kontribusi yang Dibawa ke Karier Baru
Setiap kontribusi yang diberikan selama dua belas tahun di Bank Jatim meninggalkan bekas dalam bentuk pemahaman yang terus relevan bahkan setelah karier di institusi tersebut berakhir. Pemahaman tentang bagaimana sistem IT perbankan bekerja dan di mana titik-titik kritisnya, tentang bagaimana program pengembangan SDM bisa dirancang agar benar-benar mengubah perilaku dan bukan hanya memenuhi jam pelatihan, dan tentang bagaimana layanan cabang harus disesuaikan dengan karakteristik komunitas yang dilayani adalah pemahaman yang tidak bisa usang hanya karena konteks kelembagaannya berubah.
Putu Harry Sasmita membawa seluruh warisan kontribusi itu ke dalam karier barunya sebagai Branch Manager dan entrepreneur di Surabaya. Setiap keputusan yang ia ambil hari ini, tentang teknologi yang digunakan, tentang tim yang dibangun, dan tentang nasabah atau klien yang dilayani, diinformasikan oleh dua belas tahun kontribusi langsung di salah satu bank daerah terbesar di Indonesia. Kontribusi itu bukan hanya tentang apa yang ia berikan kepada Bank Jatim selama periode tersebut, melainkan juga tentang apa yang ia terima dalam bentuk pemahaman yang terus ia bawa ke depan sebagai modal profesional yang paling autentik dan yang paling tidak mudah direplikasi oleh siapapun yang tidak pernah menjalani perjalanan yang sama.
Leave a Reply