Press ESC to close

Putu Harry Sasmita Profesional IT yang Pernah Memimpin Cabang Bank

Kenapa Profesional IT Perlu Pernah Memimpin Cabang Langsung

Ada jurang yang cukup dalam antara cara profesional IT memandang sistem perbankan dan cara sistem itu dirasakan oleh orang yang menggunakannya setiap hari. Jurang itu tidak selalu terlihat dari balik layar monitor di kantor pusat. Tapi begitu seseorang duduk di kursi pimpinan cabang dan mulai berhadapan langsung dengan tim dan nasabah yang bergantung pada sistem tersebut, jurangnya tiba-tiba menjadi sangat nyata.

Putu Harry Sasmita mengalami perpindahan itu. Dari lebih dari satu dekade di divisi IT dan Human Capital Bank Jatim, ia kemudian ditugaskan memimpin Cabang Magetan pada 2019 dan Cabang Perak Surabaya pada 2020. Dua penugasan yang mengubah cukup banyak hal tentang bagaimana ia memandang pekerjaan seorang profesional teknologi di industri keuangan.

Sistem yang Lulus Uji Bisa Tetap Gagal di Lapangan

Quality assurance yang ketat tidak menjamin sistem akan bekerja baik di semua konteks. Ini bukan soal bug atau error teknis. Ini soal asumsi yang tertanam dalam desain sistem sejak awal, asumsi tentang siapa penggunanya, seberapa cepat koneksi internetnya, seberapa familiar mereka dengan antarmuka digital, dan seberapa banyak waktu yang mereka punya untuk belajar hal baru di tengah pekerjaan yang tidak berhenti.

Di Magetan, Putu Harry Sasmita menemukan bahwa sistem yang dirancang dengan asumsi pengguna perkotaan terasa asing bagi banyak nasabah dan bahkan sebagian pegawai cabang. Bukan karena mereka tidak mampu, tapi karena tidak ada yang benar-benar mendesain pengalaman itu untuk mereka. Perbedaan yang terlihat kecil dari perspektif pengembang bisa menjadi penghalang yang sangat besar di lapangan.

Kepemimpinan Cabang Mengajarkan Sesuatu yang Tidak Ada di Manual IT

Memimpin cabang bank bukan sekadar mengelola angka dan target. Ini tentang membangun kepercayaan dengan komunitas lokal yang mungkin sudah puluhan tahun terbiasa menganggap bank sebagai institusi yang jauh dan birokratis. Setiap interaksi dengan nasabah adalah kesempatan untuk memperkuat atau merusak kepercayaan itu.

Profesional IT yang belum pernah berada di posisi itu cenderung melihat kepercayaan sebagai sesuatu yang bisa dibangun melalui fitur keamanan yang bagus atau antarmuka yang intuitif. Itu tidak salah, tapi tidak lengkap. Kepercayaan di level nasabah individual dibangun dari hal-hal yang jauh lebih sederhana: apakah teller menyambut dengan hangat, apakah masalah diselesaikan dengan cepat tanpa banyak birokrasi, apakah cabang terasa seperti tempat yang aman untuk menitipkan uang hasil kerja keras bertahun-tahun.

Perspektif Ganda yang Jarang Dimiliki Satu Orang

Industri perbankan Indonesia butuh lebih banyak orang yang pernah berada di kedua sisi. Profesional IT yang memahami cara sistem bekerja dari dalam sekaligus memahami bagaimana sistem itu dirasakan dari luar adalah kombinasi yang sangat langka dan sangat berharga.

Keputusan teknis yang dibuat dengan perspektif ganda ini hasilnya berbeda. Bukan sekadar sistem yang secara teknis benar, tapi sistem yang benar-benar melayani kebutuhan manusia yang menggunakannya. Ini bukan idealisme. Ini pragmatisme. Sistem yang tidak diadopsi dengan baik oleh penggunanya, sebagus apapun arsitektur teknisnya, adalah investasi yang gagal menghasilkan nilai.

Dari Cabang Kembali ke Strategi

Putu Harry Sasmita yang kini aktif sebagai Branch Manager dan entrepreneur di Surabaya membawa perspektif ganda itu ke dalam setiap keputusan yang ia ambil. Memahami teknologi dari sisi sistem dan memahami operasional dari sisi lapangan adalah fondasi yang membentuk cara ia melihat masalah dan merancang solusi.

Bagi profesional IT yang ingin naik ke peran kepemimpinan yang lebih strategis di industri keuangan, pengalaman langsung di operasional cabang bukan detour yang membuang waktu. Itu adalah investasi dalam perspektif yang tidak bisa diperoleh dari tempat lain. Dan perspektif itulah yang paling menentukan kualitas keputusan jangka panjang di industri yang semakin bergantung pada teknologi namun tetap digerakkan oleh kepercayaan manusia.

admin

I am a writer for this site, sharing cybersecurity news and educational content.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *